Keunggulan mutlak menjawab pertanyaan sederhana: siapa yang butuh sumber daya lebih sedikit untuk menghasilkan satu satuan barang. Keunggulan komparatif menjawab pertanyaan yang berbeda: siapa yang melepas lebih sedikit barang lain untuk menghasilkan satu satuan barang itu. Pertanyaan kedua memakai biaya peluang, dan jawabannya sering berbeda dari yang pertama.
| Wilayah | Jam per lembar kain tenun | Jam per buah keranjang rotan |
|---|---|---|
| Kabupaten Tanjung | 2 | 3 |
| Kabupaten Serayu | 8 | 6 |
Kabupaten Tanjung dalam tabel karangan ini unggul mutlak pada kedua barang: jamnya lebih sedikit untuk kain maupun untuk keranjang. Sekilas terlihat tidak ada yang bisa ditawarkan Serayu. Hitungan biaya peluangnya menunjukkan sebaliknya, dan itulah inti gagasan yang dirumuskan David Ricardo pada 1817.
Biaya peluang di Tanjung
1 kain = 2 jam ÷ 3 jam = 0,67 keranjang
1 keranjang = 3 jam ÷ 2 jam = 1,50 kain
Biaya peluang di Serayu
1 kain = 8 jam ÷ 6 jam = 1,33 keranjang
1 keranjang = 6 jam ÷ 8 jam = 0,75 kain
Kain : 0,67 di Tanjung < 1,33 di Serayu → Tanjung
Keranjang : 0,75 di Serayu < 1,50 di Tanjung → SerayuKeunggulan komparatif selalu terbagi antara kedua pihak selama biaya peluangnya berbeda, betapa pun timpangnya keunggulan mutlak. Pihak yang unggul mutlak pada semuanya tetap melepas sesuatu ketika berpindah dari satu barang ke barang lain, dan angka yang dilepas itulah yang dibandingkan.