Lembar kerja Excel adalah kisi-kisi. Kolom diberi huruf (A, B, C), baris diberi angka (1, 2, 3). Pertemuan kolom dan baris disebut sel, dan alamatnya ditulis huruf dulu baru angka: B2 berarti kolom B, baris 2. Alamat sel yang sedang dipilih tampil di kotak nama di kiri atas, dan isinya tampil di bilah rumus di sebelahnya.
Rumus selalu diawali tanda sama dengan. Tanpa tanda itu, Excel menganggap ketikanmu teks biasa dan menampilkannya apa adanya. Rumus yang benar menyebut alamat sel, bukan angka di dalamnya, supaya hasilnya ikut berubah ketika data diganti. Contoh stok gudang: Kertas 12 rim di B2, Amplop 8 kotak di B3.
| A | B | |
|---|---|---|
| 1 | Barang | Stok |
| 2 | Kertas | 12 |
| 3 | Amplop | 8 |
| 4 | Jumlah | =B2+B3 |
=B2+B3 → 20Ketika stok kertas diubah menjadi 15, sel B4 langsung menampilkan 23 tanpa dihitung ulang. Inilah alasan rumus dipakai, bukan kalkulator.