Materi
IF biasa hanya punya dua jalan: hasil kalau syaratnya benar, dan hasil kalau syaratnya salah. Padahal kamu sering butuh tiga hasil atau lebih, misalnya tarif kecil, sedang, dan besar. Caranya, taruh IF kedua di posisi hasil_jika_salah milik IF pertama. Itulah IF bertingkat.
Excel membaca syaratnya dari kiri ke kanan. Begitu menemukan syarat yang benar, Excel langsung memakai hasilnya dan berhenti. Syarat sesudahnya tidak diperiksa lagi. Karena itu, urutan syarat menentukan hasil.
Contoh: ongkos kirim dihitung dari berat paket di B2. Paket sampai 1 kg Rp10.000, sampai 5 kg Rp25.000, lebih dari itu Rp60.000.
=IF(B2<=1,10000,IF(B2<=5,25000,60000))Ikuti jalannya rumus untuk dua paket berbeda:
- Paket 3 kg. Excel memeriksa B2<=1. Apakah 3<=1? Salah. Excel pindah ke hasil_jika_salah, yaitu IF kedua.
- Excel memeriksa B2<=5. Apakah 3<=5? Benar. Hasilnya 25000, dan Excel berhenti di sini.
- Paket 8 kg. Kedua syarat salah, jadi Excel jatuh ke hasil paling akhir: 60000.
Supaya tidak bingung, pilih satu arah: mulai dari batas terkecil, atau dari batas terbesar. Jangan dicampur. Lalu hitung kurungnya. Dua IF berarti dua kurung tutup di ujung rumus. Kalau kurungnya kurang, Excel menolak rumus dan menawarkan perbaikan. Periksa dulu tawaran itu sebelum kamu menerimanya.
