Materi
Saat rumus bermasalah, Excel tidak menjelaskan sebabnya. Ia hanya menampilkan kode. Kode itu sebenarnya petunjuk. Kalau kamu tahu arti tiap kode, kamu tahu harus mencari di bagian mana. Ini empat kode yang paling sering muncul di rumus bersyarat:
| Kode | Penyebab pada rumus bersyarat | Perbaikan |
|---|---|---|
| #VALUE! | Teks dipakai dalam hitungan ("Rp 5.000"+1) atau rentang SUMIFS/COUNTIFS tidak sama panjang | Ubah teks jadi angka dengan VALUE; samakan rentang |
| #N/A | IFS atau SWITCH tanpa hasil bawaan dan tidak ada syarat yang cocok | Tambah pasangan TRUE,"…" atau argumen bawaan |
| #NAME? | Nama fungsi salah ketik (COUNTIFF) atau fungsi belum ada di versi Excel (IFS di Excel 2016) | Perbaiki ejaan; pakai IF bertingkat di versi lama |
| #DIV/0! | AVERAGEIF/AVERAGEIFS tidak menemukan baris yang cocok | Periksa ejaan kriteria dengan COUNTIF; bungkus dengan IFERROR bila 0 memang diinginkan |
Urutan memeriksanya selalu sama. Baca kodenya. Klik selnya. Lihat bilah rumus, lalu cari bagian yang cocok dengan penyebab di tabel. Excel juga memberi segitiga hijau di pojok kiri atas sel bermasalah, dan menu Telusuri Kesalahan untuk menyorot sel-sel yang dirujuk rumus itu.
Kode kesalahan menular. Satu sel #VALUE! membuat setiap rumus yang menjumlahkannya ikut #VALUE!. Jadi telusuri sampai ke sel paling awal yang bermasalah, jangan berhenti di sel tempat kodenya pertama kali kamu lihat.
Ada juga kesalahan yang tidak memunculkan kode. Kriteria tanpa tanda kutip, misalnya =COUNTIF(B2:B9,>=22), ditolak Excel sebelum dihitung. Teks "22" hasil impor tidak pernah cocok dengan angka 22, sehingga COUNTIF memberi 0. Berikut contoh perbaikan untuk rentang yang tidak sama panjang:
Salah: =COUNTIFS(B2:B9,"Penjualan",D2:D8,22) → #VALUE!
Benar: =COUNTIFS(B2:B9,"Penjualan",D2:D9,22)