Materi
Memilih kategori instrumen bukan soal mana yang “paling untung”, melainkan mana yang cocok dengan tiga hal: tujuan keuangan, horizon waktu (berapa lama dana didiamkan), dan profil risiko (seberapa besar naik-turun nilai yang sanggup ditanggung tanpa terganggu). Ketiganya saling terkait dan menjadi saringan sebelum nama produk apa pun dibicarakan.
Horizon menuntun pada kestabilan yang dibutuhkan. Untuk tujuan berjangka pendek, di bawah satu tahun, kategori yang menekankan kestabilan nilai dan likuiditas — kas, deposito, atau reksa dana pasar uang — lebih sesuai, karena dana tidak sempat memulihkan diri dari naik-turun yang lebar. Untuk horizon panjang, di atas lima tahun, porsi pada ekuitas atau reksa dana saham dapat dipertimbangkan karena ada cukup waktu melewati naik-turunnya.
Profil risiko mengelompokkan investor. Menurut OJK, profil risiko terbagi menjadi tiga: konservatif, moderat, dan agresif, sesuai kemampuan dan kenyamanan menanggung risiko. Profil konservatif cenderung ke kelas aset berisiko rendah; profil agresif sanggup menampung porsi ekuitas yang lebih besar. Diversifikasi — menyebar dana ke beberapa kelas aset — dipakai agar risiko tidak menumpuk pada satu kategori.