Materi
Instrumen investasi dikelompokkan menjadi beberapa kelas aset. Kelas ini memakai empat kelompok besar sebagai peta: kas dan setara kas (termasuk deposito), surat utang (obligasi), ekuitas (saham), dan reksa dana sebagai wadah yang bisa berisi gabungan ketiganya. Peta ini sederhana, tetapi cukup untuk menata kategori lain di bawahnya.
Tiap kelas aset punya dua sifat yang menjadi sumbu pembeda sepanjang kelas ini: dari mana imbal hasilnya datang, dan seberapa besar nilainya bisa naik-turun. Kas dan deposito menekankan kestabilan nilai dan kemudahan dicairkan; surat utang menambahkan kupon dengan risiko yang lebih besar; ekuitas menawarkan potensi pertumbuhan dengan naik-turun nilai yang paling lebar; reksa dana mengemas efek-efek itu dalam satu wadah yang dikelola.
| Kelas aset | Sumber imbal hasil | Sifat risiko/nilai |
|---|---|---|
| Kas & deposito | Bunga | Nilai stabil, mudah dicairkan |
| Surat utang (obligasi) | Kupon + selisih harga | Naik-turun sedang |
| Ekuitas (saham) | Dividen + capital gain | Naik-turun lebar |
| Reksa dana | Mengikuti isi portofolionya | Bergantung jenisnya |
Kelas ini bersifat netral. Yang dibahas adalah kategori — apa itu obligasi, apa itu saham — bukan saham perusahaan mana yang perlu dibeli atau platform mana yang perlu dipakai. Tidak ada janji imbal hasil dan tidak ada ajakan membeli. Keputusan investasi selalu milik pembaca, dan setiap penyedia jasa keuangan dicek legalitasnya sendiri ke OJK.