Materi
Ericsson, Krampe, dan Tesch-Römer (1993) membedakan tiga jenis kegiatan. Bekerja berarti tampil, bertanding, atau melayani demi imbalan; orang memakai cara yang sudah dikuasai karena kesalahan mahal. Bermain dilakukan karena menyenangkan, tanpa tujuan memperbaiki diri. Latihan terarah adalah kegiatan terstruktur yang tujuannya memperbaiki kinerja: tugasnya dirancang untuk mengatasi kelemahan tertentu, hasilnya dipantau, dan ia menuntut usaha.
Makalah itu juga menyebut syarat latihan yang efektif: tugas disesuaikan dengan pengetahuan awal pelajar, ada umpan balik yang segera dan informatif, dan tugas yang sama atau serupa diulang. Tanpa umpan balik yang memadai, pengulangan saja hampir tidak memperbaiki ketepatan.
Contoh: Nita, agen layanan pelanggan, menangani enam keluhan dalam satu jam kerja. Itu bekerja. Dalam satu jam bermain peran bersama penyelianya, ia bisa mengulang bagian yang paling lemah, yaitu meredakan pelanggan yang marah, berulang kali dengan masukan setelah tiap putaran. Itu latihan terarah.
Kaufman (Bab 1) menyebut latihan terarah inti penguasaan keterampilan. Ericsson dan rekan menyebutnya tidak menyenangkan dengan sendirinya, sedangkan Adam Grant (Bab 4) menunjukkan latihan bisa diberi unsur permainan supaya tidak menjemukan.