Materi
Kaufman di Bab 2 meminta dua hal sebelum berlatih. Pertama, target kinerja: satu kalimat yang menyatakan apa yang bisa kamu lakukan saat dianggap cukup. Makin spesifik makin mudah dicapai, dan target yang paling berguna terasa sedikit di luar jangkauan, bukan mustahil. Kedua, mengurai: kebanyakan keterampilan adalah kumpulan subketerampilan kecil. Setelah diurai, tandai mana yang inti untuk target itu, latih lebih dulu, dan tunda sisanya.
Contoh: Dimas, admin gudang di Semarang, menulis target "membuat rekap stok bulanan dari data transaksi dalam satu jam tanpa bantuan". Hasil urainya: menata data, penjumlahan bersyarat, tabel pivot, format bersyarat untuk stok menipis, makro, dan grafik tiga dimensi. Dua yang terakhir tidak dibutuhkan targetnya, jadi ditunda. Untuk menemukan urai yang tepat, Bab 3 menganjurkan membaca sekilas beberapa sumber, mencari gagasan yang muncul berulang, dan bertanya kepada orang yang sudah menguasainya.
Riset Ericsson dan rekan (1993) sejalan: latihan terarah dirancang untuk mengatasi kelemahan tertentu dan disesuaikan dengan pengetahuan awal pelajar. Di lembar kerja, jam per golongan dihitung dengan SUMIF(rentang_golongan, kriteria, rentang_jam).