Materi
Kaufman (Bab 2) meminta lingkar umpan balik yang cepat: informasi akurat tentang kinerjamu, sesegera mungkin setelah mencoba. Makin panjang jedanya, makin sulit menghubungkan hasil dengan tindakan yang menyebabkannya. Sumbernya bisa pelatih atau mentor, rekaman diri sendiri, atau alat yang langsung menandai kesalahan, misalnya lembar kerja yang langsung menampilkan hasil rumus. Ericsson dan rekan (1993) menambahkan bahwa tanpa umpan balik, pengulangan hampir tidak memperbaiki ketepatan.
Hattie dan Timperley (2007) merumuskan tiga pertanyaan yang harus dijawab umpan balik: ke mana aku menuju (tujuannya), bagaimana kemajuanku (posisi terhadap tujuan), dan apa langkah berikutnya. Mereka mencatat pujian tentang pribadi, misalnya "kamu memang pintar", paling lemah pengaruhnya karena tidak memuat informasi tentang tugas.
Adam Grant (Bab 2 Hidden Potential) menganjurkan meminta saran, bukan umpan balik. Permintaan umpan balik cenderung menghasilkan penilaian atas yang sudah lewat; permintaan saran mengarahkan orang ke apa yang bisa diperbaiki lain kali, dan jawabannya lebih spesifik. Bandingkan "Bagaimana presentasi saya tadi?" dengan "Bagian mana yang perlu saya ubah sebelum presentasi berikutnya?"