Materi
Langkah ketiga Kaufman adalah menyingkirkan hambatan fisik, mental, dan emosional yang membuat latihan sulit dimulai: alat yang harus dicari dulu, sumber latihan yang hanya kadang tersedia, gangguan di sekitar, atau rasa takut terlihat bodoh. Bab 2 meminta tekad tidak dihabiskan untuk melawan kerepotan yang sama setiap hari, tetapi dipakai sekali untuk menata lingkungan supaya latihan mudah dimulai.
Langkah keempat: berlatih minimal 20 jam. Bab 2 meminta waktu latihan disediakan, bukan ditunggu, dan berkomitmen sejak awal untuk tidak berhenti sebelum target kinerja tercapai atau 20 jam terpenuhi, karena jam-jam awal terasa lebih sulit daripada sebenarnya. Pengatur waktu membantu: setel, lalu berlatih sampai berbunyi.
Ericsson dan rekan (1993) menamai tiga kendala latihan terarah: sumber daya (waktu, tenaga, akses ke guru dan bahan), usaha (latihan melelahkan sehingga durasinya terbatas), dan motivasi (latihan tidak menyenangkan dengan sendirinya). Studi pelatihan yang mereka rangkum tidak menemukan manfaat tambahan di atas 4 jam per hari, manfaatnya berkurang di atas 2 jam, dan jam latihan dinaikkan pelan-pelan.
Hitungannya: jam per minggu = total menit ÷ 60, lalu jumlah minggu = 20 ÷ jam per minggu, dibulatkan ke atas dengan ROUNDUP karena minggu yang belum penuh tetap harus dijalani.