Materi
Boxplot dibangun dari lima angka: nilai terkecil, kuartil pertama (Q1), median, kuartil ketiga (Q3), dan nilai terbesar. Kotaknya berjalan dari Q1 sampai Q3, sehingga kira-kira separuh data di tengah berada di dalam kotak, dan garis di dalam kotak adalah median. Lebar kotak, Q3 − Q1, disebut jangkauan antar-kuartil (JAK). Kumisnya menjulur ke nilai terkecil dan terbesar. Pada boxplot yang menandai pencilan, seperti di Excel, kumis berhenti di data terjauh yang masih berada di dalam pagar, dan data di luar pagar digambar sebagai titik tersendiri.
NIST memakai pagar dalam Q1 − 1,5 × JAK dan Q3 + 1,5 × JAK; titik di luarnya disebut pencilan ringan. Contoh langkah demi langkah dengan waktu antre di Loket A, dibaca dari boxplotnya: Q1 = 8 menit, median = 11 menit, Q3 = 15 menit, titik terjauh 28 menit. JAK = 15 − 8 = 7 menit. Pagar atas = 15 + 1,5 × 7 = 25,5 menit. Titik 28 menit melewati 25,5, jadi titik itu pencilan. Untuk membandingkan dua kelompok, bandingkan garis mediannya untuk nilai khas, lalu bandingkan lebar kotaknya untuk sebaran.