Materi
Tugas menulis fiksi Purdue OWL berjudul We Need to Talk menetapkan bahwa dialog yang baik melakukan sedikitnya satu dari tiga hal: mengajari pembaca tentang satu atau kedua tokoh atau tentang dunia mereka, menaikkan ketegangan, atau membangkitkan emosi pembaca. Purdue OWL juga mencatat bahwa adegan berlangsung real-time dan kerap memuat dialog untuk interaksi penting. Dialog bukan pengisi waktu; ia memikul kerja.
Purdue OWL menganjurkan mengungkap pengetahuan tentang tokoh secara tidak langsung, lewat dialog dan aksi, dan memberi contoh Chekhov yang membiarkan aksi menunjukkan apa yang dipikirkan tokohnya. Dari sinilah subteks lahir: makna yang berada di bawah kata harfiah. Baris "Tidak apa-apa" bisa berarti sebaliknya bila aksinya bertentangan — tokoh berkata baik-baik saja sambil menata sepatunya dan menolak menoleh.
Dialog yang menyuarakan langsung semua perasaan dan informasi sering terasa kaku; tokoh seakan membacakan isi hatinya. Dialog yang berfungsi memikul lebih dari satu beban sekaligus — mengungkap watak sambil menaikkan tegangan — dan membiarkan sebagian makna tersirat. Pembaca ikut bekerja menafsir, dan justru itu yang membuat percakapan terasa hidup.
| Baris datar / langsung | Baris berfungsi / bersubteks |
|---|---|
| "Aku sangat marah padamu sekarang." | "Tidak apa-apa," katanya sambil menutup laci pelan-pelan dan tidak menoleh. |
| "Halo." "Halo juga." "Apa kabar?" "Baik." | "Kau menjual cincin ibu?" Ayah tak menjawab, hanya menatap lantai. |