Materi
Purdue OWL menuliskan pepatah lama "show, don't tell": agar masuk ke dalam cerita, pembaca harus bisa melihat, mendengar, mengecap, meraba, dan mencium hal-hal di dalamnya. OWL membedakan adegan (scene) dari ringkasan (summary): adegan berlangsung real-time seperti film, kerap memuat dialog, dan dipakai untuk interaksi serta kejadian penting; ringkasan bergerak cepat memberi sorotan atau latar belakang. Momen penting ditulis sebagai adegan, bukan dirangkum satu kalimat.
Menunjukkan bukan berarti menimbun kata. Purdue OWL menekankan pemilihan detail yang membuat sifat atau perasaan terlihat tanpa penulis menyebutnya. MIT OpenCourseWare bahkan memberi satu sesi khusus untuk Description. Alih-alih menulis "ia sedih", penulis memperlihatkan teh yang dibiarkan dingin, tatapan ke kursi kosong, atau tangan yang melipat serbet berkali-kali — pembaca menyimpulkan kesedihan itu sendiri.
Menyebut (tell) tetap berguna untuk melompati waktu atau memberi latar singkat — tidak setiap kalimat perlu jadi adegan. Yang dihindari adalah menyebut langsung emosi atau momen penting yang seharusnya ditunjukkan, karena di situlah pembaca kehilangan kesempatan untuk ikut merasakan. Keseimbangannya: ringkas yang tak penting, tunjukkan yang penting.
| Menyebut (tell) | Menunjukkan (show) |
|---|---|
| Rina sangat sedih hari itu. | Rina membiarkan tehnya dingin dan menatap kursi kosong di seberang meja. |
| Mereka akhirnya berbaikan. | Adegan real-time: keduanya berhadapan, saling menunggu, lalu satu suara memecah diam. |