Materi
OpenLearn The Open University dalam kursus terbuka Start writing fiction menunjukkan bahwa ide cerita datang dari hal sehari-hari: potongan percakapan yang terdengar, kenangan masa kecil, sebuah bau, sebuah gambar, judul berita, atau arahan menulis. Kursus itu menganjurkan menyimpan jurnal untuk menampung bibit-bibit itu sebelum menguap. Ide pertama belum tentu cerita; ia bahan mentah yang perlu diolah.
Satu cara mengolahnya adalah merumuskan premis sebagai pertanyaan "bagaimana jika". Premis yang bisa dipakai memuat seorang tokoh, sebuah situasi, dan sebuah komplikasi yang menyimpan potensi konflik — bukan sekadar fakta atau suasana. "Bagaimana jika hari ini cerah?" tidak menyimpan cerita; "Bagaimana jika seorang anak menemukan dompet berisi banyak uang tepat saat keluarganya menunggak sewa?" menyimpan tokoh, situasi, dan benturan sekaligus. Ini sejalan dengan prinsip Purdue OWL bahwa tokoh dan konflik membentuk fiksi.
Ide juga diuji dengan taruhan (stakes): apa yang dipertaruhkan tokoh, dan apa yang hilang bila ia gagal. Purdue OWL mengingatkan bahwa tanpa tujuan, tokoh kehilangan motivasi, dan pembaca tidak akan peduli pada alur kecuali ia peduli pada tokohnya. MIT OpenCourseWare membuka kelas cerita pendeknya dengan membedah apa yang membuat sebuah cerita menjadi cerita. Ide yang menarik di kepala tetapi tidak membebani tokoh dengan apa pun sering runtuh begitu ditulis.
| Ide mentah | Premis "bagaimana jika" | Taruhannya |
|---|---|---|
| Percakapan terdengar di angkot | Bagaimana jika penumpang mendengar rencana yang menyangkut keluarganya sendiri? | Diam dan aman, atau bicara dan kehilangan ketenangan. |
| Kenangan rumah masa kecil | Bagaimana jika rumah itu akan dibongkar minggu depan? | Satu-satunya jejak ibunya hilang bila ia terlambat. |