Materi
Penilaian dengan arus kas terdiskonto (DCF) menilai perusahaan dari kas yang dihasilkannya untuk semua pemberi modal, baik pemilik saham maupun pemberi pinjaman. Karena itu arus kas bebas ke perusahaan (FCFF) dimulai dari laba operasi, bukan laba bersih: FCFF = EBIT − pajak atas EBIT + penyusutan − belanja modal − kenaikan modal kerja. OpenStax menyusun arus kas operasi dari laba operasi, penyusutan, pajak, dan perubahan modal kerja, lalu mengurangkan belanja modal untuk mendapat arus kas bebas.
Bunga tidak dikurangkan, karena bagian pemberi pinjaman sudah diwakili biaya utang setelah pajak di dalam WACC. WACC dihitung di kelas Manajemen Keuangan; di model ini ia satu sel masukan. Nilai kini tiap tahun = FCFF × faktor diskonto, dengan faktor = 1 ÷ (1 + WACC)^t. Fungsi NPV memberi jumlah yang sama untuk arus kas akhir tahun, karena Microsoft menjelaskan bahwa NPV menganggap nilai pertama terjadi satu periode setelah hari ini.
Bila arus kas jatuh pada tanggal yang tidak berjarak sama, XNPV mendiskontokan tiap arus kas menurut jumlah harinya dari tanggal pertama, berbasis 365 hari setahun, dan XIRR mencari tingkat yang membuat XNPV nol. Contoh perusahaan logistik di Cikarang, dalam Rp juta:
EBIT 1.000, tarif pajak 25% → pajak atas EBIT 250
FCFF = 1000 − 250 + 300 (penyusutan) − 400 (belanja modal) − 50 (kenaikan modal kerja) = 600