Materi
Counter menghitung kejadian, bukan lamanya. Evans menjelaskan bahwa akumulator bertambah satu untuk setiap tepi naik (perubahan 0 ke 1) masukannya, jadi sinyal yang menyala lama tetap terhitung satu. Counter naik (CTU) menghitung dari 0 menuju preset, dan keluarannya menyala saat akumulator mencapai preset. Bila tepi naik terus datang, hitungan tetap naik dan keluaran tetap menyala sampai counter direset.
Counter turun (CTD) dimulai dari preset dan berkurang satu tiap tepi naik; keluarannya menyala saat hitungan sampai nol. Counter butuh dua masukan, hitung dan reset, dan Evans mencatat hitungan tetap tersimpan walau listrik padam. Karena itu setiap counter perlu rung reset yang jelas, misalnya tombol RESET atau sinyal kardus baru.
R1 | X1 +----------+ |
|--[ ]----| CTU CT1 |-----|
| | PRE 24 | |
| +----------+ |
R2 | X2 |
|--[ ]-------(RES CT1)-----|
R3 | CT1.Q Y1 |
|--[ ]---------------( )---|Contoh: sensor X1 menghitung botol dan PRE = 24 untuk satu krat. Setelah 24 tepi naik, Y1 (lampu krat penuh) menyala. Botol ke-25 membuat ACC = 25, dan lampu tetap menyala sampai X2 ditekan.