Lompat ke konten utama
←

PLC Dasar: Ladder Logic, Timer, dan Counter

Pelajaran 5 dari 12

Ladder dasar: logika, pengunci, dan interlock

Rangkaian pengunci (seal-in), set/reset, dan interlock

Setelah pelajaran ini kamu bisa menelusuri rangkaian pengunci start–stop, membedakan susunan off-dominant dan on-dominant, menjelaskan risiko bit set/reset retentif saat listrik padam, dan membaca interlock dua output yang bertentangan.

  • ±13 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 28 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Tombol START hanya ditekan sesaat, padahal motor harus tetap jalan setelah tombol dilepas. Kuphaldt menunjukkan caranya: kontak NO dari bit output itu sendiri dipasang paralel dengan kontak START. Begitu Y1 menyala, kontak Y1 menghantar dan mengunci rung. STOP dipasang seri di luar cabang itu, sehingga satu tekanan STOP memutus kuncinya. Pada contoh, X1 = START (NO) dan X2 = STOP yang terpasang NC.

R1 |     X1           X2      Y1  |
   |--+--[ ]--+-------[ ]-----( )-|
   |  |  Y1   |                   |
   |  +--[ ]--+                   |

Evans menyebut susunan ini off-dominant: bila START dan STOP ditekan bersamaan, STOP menang. Memindahkan kontak STOP ke dalam cabang pengunci membuatnya on-dominant, dan Evans menyebut off-dominant lebih aman. Cara lain adalah kumparan set (S) dan reset (R). Bedanya muncul saat listrik padam: bit pengunci kembali 0 sehingga mesin menunggu START baru, sedangkan bit set yang disimpan di memori retentif tetap 1 dan bisa menjalankan mesin begitu listrik kembali.

Interlock mencegah dua aksi yang bertentangan, misalnya motor maju dan mundur yang menghubung-singkatkan fasa bila kontaktornya menyala bersamaan. Kuphaldt memasang kontak NC dari output yang satu di rung output lainnya: selama Y1 menyala, kontak [/] Y1 di rung Y2 terbuka.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Motor Y1 mati. X1 = START (NO), X2 = STOP yang terpasang NC (bit 1 saat tidak ditekan). Operator menekan START lalu melepasnya, dan STOP tidak disentuh. Bagaimana keadaan Y1 setelah START dilepas?

R1 |     X1           X2      Y1  |
   |--+--[ ]--+-------[ ]-----( )-|
   |  |  Y1   |                   |
   |  +--[ ]--+                   |
Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

X1 = START (NO), X2 = STOP yang terpasang NC (bit 1 saat tidak ditekan). Operator menekan START dan STOP bersamaan selagi motor mati. Rung mana yang membuat motor tetap mati?

P  |     X1           X2      Y1  |
   |--+--[ ]--+-------[ ]-----( )-|
   |  |  Y1   |                   |
   |  +--[ ]--+                   |

Q  |     X1                   Y1  |
   |--+--[ ]--------------+---( )-|
   |  |  Y1      X2       |       |
   |  +--[ ]-----[ ]------+       |
Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Motor pengaduk: X1 = tombol maju, X3 = tombol mundur, X2 = STOP terpasang NC (bit 1), Y1 = kontaktor maju, Y2 = kontaktor mundur. Y1 sudah menyala sejak scan sebelumnya, lalu X1 dan X3 ditekan bersamaan. Bagaimana keadaan Y1 dan Y2?

R1 |  X1      X2      Y2      Y1  |
   |--[ ]-----[ ]-----[/]-----( )-|

R2 |  X3      X2      Y1      Y2  |
   |--[ ]-----[ ]-----[/]-----( )-|
Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke