Materi
Timer PLC meniru relai tunda waktu. Kuphaldt membedakan tunda saat kumparan diberi daya (on-delay), tunda saat daya dilepas (off-delay), dan one-shot yang memberi satu pulsa. Di PLC, ketiganya menjadi blok fungsi di posisi kumparan. Evans menyebut dua angka di setiap blok: preset (PRE), yaitu target waktu, dan akumulator (ACC), yaitu waktu yang sudah terkumpul. Merek PLC memakai nama lain untuk hal yang sama, seperti PT dan ET; keluarannya di kelas ini ditulis Q.
| Timer | Keluaran Q menyala | Keluaran Q padam |
|---|---|---|
| TON (tunda nyala) | setelah masukan 1 terus-menerus selama PRE | begitu masukan 0; ACC kembali 0 |
| TOF (tunda padam) | begitu masukan 1 | setelah masukan 0 selama PRE |
| TP (pulsa) | saat masukan berubah dari 0 ke 1 | setelah PRE berlalu, apa pun masukannya |
| Retentif | setelah jumlah waktu masukan 1 mencapai PRE | hanya oleh perintah reset |
R1 | X1 +---------+ |
|--[ ]----| TON T1 |------|
| | PRE 3 s | |
| +---------+ |
R2 | T1.Q Y1 |
|--[ ]---------------( )---|Contoh: X1 menyala 2 detik lalu padam. ACC T1 naik sampai 2 s, kembali 0, dan Y1 tidak pernah menyala. Timer menyimpan waktu sebagai bilangan bulat dalam basis waktu; Evans menyebut basis 0,01, 0,1, atau 1 detik, dan preset ditulis sebagai kelipatannya. Waktu 4,5 s dengan basis 0,1 s ditulis PRE = 45.