Materi
PLC tidak membaca input terus-menerus sambil menjalankan program. Evans menguraikan urutannya sebagai siklus: isi citra output (process image) dikirim ke terminal output, keadaan semua input dibaca lalu disimpan di citra input, program dijalankan instruksi demi instruksi dengan membaca citra itu dan menulis hasilnya ke citra output, lalu PLC mengerjakan komunikasi dan uji diri sebelum mengulang. Satu putaran disebut scan.
Waktu scan adalah lama satu putaran. Evans menyebut kisaran 1–5 milidetik, dan lamanya bergantung pada jumlah serta jenis instruksi. Banyaknya scan per detik = 1.000 ÷ waktu scan dalam milidetik; scan 2 ms berarti input dibaca 500 kali per detik. Akibatnya, sinyal yang muncul dan hilang di antara dua pembacaan tidak pernah sampai ke program.
Input analog dibaca sebagai angka. Kuphaldt menjelaskan bahwa pada sinyal 4–20 mA, 4 mA berarti 0 persen rentang ukur, 20 mA berarti 100 persen, dan 12 mA berarti 50 persen. Nilai ukur = nilai minimum + (arus − 4) ÷ 16 × rentang. Contoh: transmitter suhu 0–150 °C yang mengirim 10 mA menunjukkan (10 − 4) ÷ 16 × 150 = 56,25 °C.