Materi
Banyak mesin bekerja dalam langkah: satu langkah aktif, lalu syarat peralihan (transisi) memindahkannya ke langkah berikutnya. Evans menggambarkannya dengan diagram keadaan, dan pada alur berurutan hanya satu langkah yang aktif pada satu saat.
Konveyor bertingkat adalah urutan yang dipaksa oleh aliran material. Kuphaldt dan Evans sama-sama menyebut aturannya: konveyor paling hilir dinyalakan lebih dulu, lalu bergerak ke hulu, supaya material tidak menumpuk di sabuk yang belum jalan. Di ladder, rung konveyor hulu diberi syarat izin dari konveyor sesudahnya, ditambah TON agar sabuk hilir mencapai kecepatan penuh. Karena izinnya berantai, berhentinya konveyor hilir otomatis mencabut izin konveyor di hulunya.
Lampu lalu lintas adalah urutan yang digerakkan waktu. Contoh di bawah memakai tiga TON berantai: hijau Y1 menyala selama T1 menghitung, kuning Y2 selama T2, merah Y3 selama T3. Saat T3 selesai, kontak [/] T3.Q di R1 memutus T1, ketiga timer kembali 0 dalam satu atau dua scan, dan siklus mulai lagi. Lama satu siklus adalah jumlah ketiga preset: 20 + 4 + 16 = 40 detik.
R1 | T3.Q +----------+ |
|--[/]----| TON T1 |-----|
| | PRE 20 s | |
| +----------+ |
R2 | T1.Q +----------+ |
|--[ ]----| TON T2 |-----|
| | PRE 4 s | |
| +----------+ |
R3 | T2.Q +----------+ |
|--[ ]----| TON T3 |-----|
| | PRE 16 s | |
| +----------+ |
R4 | T1.Q Y1 |
|--[/]---------------( )---|
R5 | T1.Q T2.Q Y2 |
|--[ ]-----[/]-------( )---|
R6 | T2.Q Y3 |
|--[ ]---------------( )---|