Lompat ke konten utama
←

PLC Dasar: Ladder Logic, Timer, dan Counter

Pelajaran 1 dari 12

PLC, siklus scan, dan I/O

PLC, input–output, dan cara membaca ladder teks

Setelah pelajaran ini kamu bisa menjelaskan alur input–proses–output PLC, membedakan I/O digital, analog, sourcing, dan sinking, serta membaca rung ladder teks untuk menentukan keadaan output.

  • ±14 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 28 Okt 2026

Pelajaran pertama bisa dicoba tanpa akun. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya dan membuka pelajaran berikutnya

Materi

PLC (programmable logic controller) adalah komputer industri yang lahir untuk menggantikan susunan relai kendali. Kuphaldt menggambarkannya sebagai kotak dengan terminal input, yang membaca keadaan tinggi atau rendah dari tombol dan sensor, dan terminal output, yang menyalakan lampu, solenoid, dan kontaktor. Di antara keduanya ada program. Alurnya selalu input, proses, output.

I/O digital hanya punya dua keadaan, 1 atau 0. I/O analog membawa nilai yang berubah halus seperti suhu atau tekanan; Evans menyebut 0–10 V dan 4–20 mA sebagai rentang yang paling umum. Untuk I/O DC, Evans membedakan perangkat sourcing (PNP), yang mengeluarkan tegangan positif saat aktif, dan perangkat sinking (NPN), yang menarik sinyalnya ke 0 V saat aktif. Jenis perangkat dan jenis terminal PLC harus dicocokkan.

Program ditulis sebagai diagram tangga (ladder): rel kiri dan kanan dengan anak tangga (rung) di antaranya. Kontak dan kumparan di program tidak ada secara fisik; masing-masing hanya bit 0 atau 1 di memori, sehingga satu input boleh dipakai di banyak rung. Kelas ini menulis diagram sebagai teks. Telusuri tiap rung dari rel kiri: bila ada jalur yang menghantar sampai kumparan, bitnya menjadi 1. Pada contoh, Y1 menyala hanya bila X1 = 1 dan X2 = 0, sedangkan Y2 menyala bila X3 atau X4 bernilai 1.

R1 |  X1      X2        Y1   |
   |--[ ]-----[/]-------( )--|

R2 |     X3             Y2   |
   |--+--[ ]--+---------( )--|
   |  |  X4   |              |
   |  +--[ ]--+              |
SimbolArtiMenghantar atau bekerja bila
--[ ]--Kontak NO (normally open)bit yang namanya tertulis di atasnya bernilai 1
--[/]--Kontak NC (normally closed)bit di atasnya bernilai 0
--( )--Kumparan (coil)bitnya menjadi 1 bila rung menghantar, 0 bila tidak
--(S)-- dan --(R)--Kumparan set dan resetS menjadikan bit 1 dan membiarkannya; R menjadikannya 0 (modul 2)
+--[ ]--+ bersusunCabang paralelcukup satu jalur yang menghantar
Kotak TON, CTU, dan lainnyaBlok timer dan counterdibahas di modul 3
X, Y, C, T, CTAwal nama bitinput, output, bit internal, timer, counter

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Sensor proksimiti di jalur konveyor tertulis PNP. Saat mendeteksi benda, kabel sinyalnya bertegangan +24 V terhadap 0 V. Termasuk jenis apa sensor ini?

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Konveyor pengemas di Cikarang: X1 = sensor ada kardus (1 bila ada kardus), X2 = sensor macet (1 bila jalur macet), X3 = sakelar otomatis (1 bila otomatis), Y1 = motor pendorong. Saat ini X1 = 1, X2 = 1, dan X3 = 1. Bagaimana keadaan Y1?

R1 |  X1      X2      X3      Y1  |
   |--[ ]-----[/]-----[ ]-----( )-|
Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Pak Yusuf mengunggah program ke PLC pengisi botol dari laptop, lalu mencabut kabel laptop selagi mesin berjalan. Apa yang terjadi?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke