Materi
Bu Ratna, teknisi di pabrik tahu di Kediri, memeriksa PLC pompa yang mengisi tangki air bersih. Daftar I/O tertempel di pintu panel, dan programnya hanya dua rung. Transmitter tekanan di pipa keluar pompa dipasang ke input analog dengan rentang 0–6 bar. Bu Ratna menjawab pertanyaan operator satu per satu dengan menelusuri rung dari nilai bit saat itu.
| Nama | Perangkat | Nilai bit atau sinyal |
|---|---|---|
| X1 | Pelampung bawah | 1 bila air di bawah batas bawah |
| X2 | Pelampung atas | 1 bila air sudah mencapai batas atas |
| X3 | Sakelar mode | 1 = otomatis, 0 = manual |
| AI1 | Transmitter tekanan pipa | 4–20 mA untuk 0–6 bar |
| Y1 | Kontaktor pompa | 1 = pompa jalan |
| Y2 | Lampu mode manual | 1 = lampu menyala |
R1 | X3 X1 X2 Y1 |
|--[ ]-----[ ]-----[/]-----( )-|
R2 | X3 Y2 |
|--[/]---------------------( )-|Bu Ratna memakai dua kebiasaan dari pelajaran sebelumnya. Untuk rung, ia menulis nilai semua bit saat itu, lalu menelusuri tiap rung dari rel kiri tanpa menebak maksud perancangnya. Untuk sinyal analog, ia memeriksa dulu apakah arusnya berada di rentang 4–20 mA sebelum memakai rumus skala, karena arus di luar rentang itu menandakan masalah pada loop, bukan nilai proses.