Materi
Stoa adalah aliran filsafat Yunani–Romawi. Tiga tokohnya meninggalkan teks pendek yang masih dibaca: Epictetus, guru bekas budak, lewat Enchiridion (buku pegangan); Marcus Aurelius, kaisar Romawi, lewat catatan pribadi yang dikenal sebagai Meditations; dan Seneca, penasihat istana, lewat dialog seperti On the Shortness of Life dan On Anger. Henry Manampiring memperkenalkan aliran ini kepada pembaca Indonesia dengan nama Filosofi Teras (2018).
Masalah yang dijawab teks-teks itu dekat dengan kantor: tenaga habis untuk hal yang tidak bisa diubah, reaksi keluar sebelum pikiran bekerja, dan waktu diambil orang lain tanpa ditimbang. Kelas ini memakai lima pegangan berikut, satu pegangan per pelajaran.
- Dikotomi kendali: pisahkan yang dalam kuasamu (penilaian, niat, tindakan) dari yang di luar kuasamu (keputusan atasan, opini rekan, hasil akhir). Enchiridion bagian I.
- Penilaian, bukan kejadian: yang mengganggu adalah pandangan kita tentang kejadian. Enchiridion bagian V.
- Menunda reaksi: beri jeda sebelum membalas; Manampiring meringkasnya menjadi S-T-A-R. Enchiridion bagian XX, Seneca On Anger.
- Premeditatio malorum: bayangkan hambatan yang mungkin datang, lalu siapkan langkahnya. Seneca, Marcus Aurelius, Epictetus.
- Waktu dan tugas yang ada di tangan: waktu habis karena diboroskan dan ditunda, jadi kerjakan yang perlu sekarang. Seneca, Marcus Aurelius.