Materi
Burndown chart, menurut glosarium Agile Alliance, adalah grafik yang menghubungkan jumlah pekerjaan tersisa (sumbu tegak) dengan waktu sejak awal (sumbu datar). Ada dua varian: sprint burndown untuk pekerjaan tersisa dalam satu iterasi, dan product burndown untuk seluruh produk. Varian burnup menambahkan garis tersendiri untuk ukuran total backlog.
Cara menghitungnya: sisa hari ini sama dengan sisa kemarin dikurangi poin cerita yang selesai hari ini. Garis ideal turun lurus dari total di hari 0 ke nol di hari terakhir, sehingga nilainya di hari ke-n adalah total dikurangi (total ÷ jumlah hari) × n. Bila garis sisa berada di atas garis ideal, pekerjaan yang tersisa lebih banyak daripada laju lurus itu.
Ramalan: jumlah iterasi yang masih dibutuhkan sama dengan sisa poin backlog dibagi velocity, dengan anggapan velocity iterasi berikutnya kira-kira sama. Contoh Agile Alliance: sisa 40 poin dengan velocity 4 berarti sekitar 10 iterasi. Hasil pecahan dibulatkan ke atas, karena iterasi tidak dijalankan setengah; di lembar kerja pakai ROUNDUP dengan nol angka desimal.
Scrum Guide 2020 menyebut burn-down, burn-up, dan aliran kumulatif sebagai praktik peramalan yang terbukti berguna, tetapi tidak menggantikan empirisme: dalam lingkungan kompleks, apa yang akan terjadi tidak diketahui, dan hanya yang sudah terjadi yang bisa dipakai untuk keputusan ke depan.
Sprint 5 hari, 20 poin
Garis ideal: 20 ÷ 5 = 4 poin per hari → 20, 16, 12, 8, 4, 0
Hari Selesai Sisa
0 – 20
1 0 20
2 6 14
3 2 12
4 5 7
5 7 0