Materi
Glosarium Agile Alliance mencatat bahwa tim agile umumnya menyatakan estimasi dalam satuan selain hari-orang, dan satuan yang paling luas dipakai adalah story point. Salah satu alasannya: velocity dipakai untuk merencanakan, dan velocity tidak punya satuan baku. Estimasi relatif berarti menaksir cerita dengan membandingkannya satu sama lain atau mengelompokkan cerita yang sama sulitnya, bukan menaksir durasi absolut tiap cerita.
Planning poker adalah cara menaksir bersama. Tiap anggota memegang kartu bernilai poin. Product Owner menjelaskan maksud dan nilai cerita. Tiap anggota diam-diam memilih kartu dan meletakkannya tertutup; setelah semua siap, kartu dibuka bersamaan. Pemberi nilai tertinggi dan terendah menjelaskan alasannya, lalu setelah diskusi singkat tim boleh bermain satu putaran lagi. Agile Alliance mengingatkan bahwa sebaran nilai yang lebar membawa informasi tentang ketidakpastian, jadi kesepakatan jangan dipaksakan.
Velocity: di akhir iterasi, tim menjumlahkan estimasi cerita yang selesai dalam iterasi itu. Cerita hanya punya dua tingkat selesai, 0% atau 100%; cerita yang baru 80% selesai tidak dihitung sama sekali. Velocity adalah pengukuran setelah kejadian, bukan target atau anggaran. Hanya velocity tim yang bermakna — velocity perorangan tidak ada artinya — dan velocity dua tim tidak bisa dibandingkan karena cara menaksirnya berbeda.
Scrum Guide 2020 sendiri tidak menyebut story point maupun velocity. Ia hanya menyatakan bahwa makin banyak Developers tahu tentang kinerja masa lalu, kapasitas mendatang, dan Definition of Done, makin yakin perkiraan Sprint mereka. Story point dan velocity adalah salah satu teknik yang dipakai di dalam kerangka itu. Di lembar kerja, velocity per Sprint dihitung dengan SUMIFS: jumlahkan kolom poin untuk baris dengan nomor Sprint tertentu dan status selesai.
Sprint 7 tim situs sekolah
A 2 poin selesai
B 5 poin selesai
C 3 poin selesai
D 8 poin baru 70% → tidak dihitung
Velocity Sprint 7 = 2 + 5 + 3 = 10 poin