Materi
Ayat kedua penjualan perpetual menuntut satu angka: berapa biaya barang yang keluar. Bila barang yang sama dibeli beberapa kali dengan harga berbeda, angka itu bergantung pada asumsi arus biaya. FIFO, masuk pertama keluar pertama, membebankan biaya lapisan tertua lebih dulu. Rata-rata bergerak menghitung ulang biaya rata-rata per unit setiap kali ada pembelian, lalu memakai rata-rata itu untuk penjualan berikutnya.
Contoh: saldo 120 rim kertas berbiaya Rp21.000 per rim, lalu dibeli 180 rim berbiaya Rp22.500. Dijual 150 rim. Dengan FIFO, 120 rim diambil dari lapisan pertama dan 30 rim dari lapisan kedua, sehingga harga pokoknya 2.520.000 + 675.000 = Rp3.195.000. Dengan rata-rata bergerak, biaya 300 rim adalah 2.520.000 + 4.050.000 = Rp6.570.000, rata-ratanya Rp21.900, dan harga pokoknya 150 × 21.900 = Rp3.285.000.
Di lembar kerja, unit yang diambil dari tiap lapisan FIFO adalah yang lebih kecil antara unit lapisan itu dan sisa unit yang belum terpenuhi oleh lapisan sebelumnya. Pada tabel yang unit lapisannya di kolom C mulai baris 7, unit diambil di kolom E, dan unit dijual di H2, rumus lapisan kedua:
=MIN(C8,$H$2-SUM($E$7:E7))Pembahasan lengkap kartu stok, rata-rata tertimbang periodik, dan perbandingan metode ada di kelas Pengelolaan Persediaan. Di sini metodenya hanya dipakai untuk mengisi nilai ayat harga pokok.