Materi
Pusat bantuan Meta menyebut frekuensi membantu membangun kesadaran dan ingatan, karena pesan ditampilkan berulang kepada audiens sasaran. Halaman yang sama meminta frekuensi dipantau bersama hasilnya: bila kinerja mulai turun saat frekuensi naik, audiens mungkin mengalami kelelahan iklan, dan materi atau penargetannya perlu diganti.
Google Ads menyediakan batas frekuensi: pembatasan berapa kali iklan tampil kepada orang yang sama per hari, pekan, atau bulan. Angka batasnya keputusan pengiklan, bukan ketentuan. Dengan batas b tayangan per orang dan jangkauan j orang, impresi dalam periode itu paling banyak b × j.
Kejenuhan dibaca dari dua angka sekaligus: frekuensi kumulatif yang naik dan rasio kinerja yang turun. Rasio yang dipakai di sini CTR, dihitung seperti di kelas Pemasaran Digital, lalu dibandingkan dengan pekan pertama sebagai indeks. Ambang indeks adalah aturan kerja tim yang ditulis di soal, bukan patokan industri.
Indeks CTR = CTR pekan ini ÷ CTR pekan pertama
Impresi paling banyak = batas frekuensi × jangkauan| Pekan | Frekuensi kumulatif | CTR | Indeks | Ambang 0,7 |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1,4 | 2,0% | 1,00 | Aman |
| 2 | 2,3 | 1,8% | 0,90 | Aman |
| 3 | 3,1 | 1,3% | 0,65 | Jenuh |
| 4 | 3,8 | 0,9% | 0,45 | Jenuh |
Tabel di atas adalah data karangan set iklan toko aksesori ponsel di Batam: frekuensi naik tiap pekan, dan sejak pekan 3 indeksnya di bawah ambang.