Materi
Atribusi menjawab iklan mana yang disentuh sebelum pembelian, bukan apakah pembelian itu terjadi karena iklan. Pusat bantuan Meta menyebut nilai sebenarnya sebuah kampanye sebagai dampak kausalnya setelah semua upaya pemasaran lain dikendalikan, dan menamai cara mengukurnya inkrementalitas.
Caranya uji holdout. Audiens kampanye dibagi acak menjadi kelompok uji, yang berkesempatan melihat iklan, dan kelompok kontrol atau holdout, yang sengaja tidak ditayangi; tiap orang tetap di kelompoknya sampai uji selesai. Selisih konversi kedua kelompok adalah lift. Meta menyamakan dulu ukuran kelompok kontrol dengan kelompok uji sebelum membandingkan. Google Ads menurunkan dua metrik dari hasilnya: biaya per konversi inkremental (iCPA) dan pengembalian belanja iklan inkremental (iROAS).
Kontrol diskalakan = konversi kontrol × ukuran uji ÷ ukuran kontrol
Konversi inkremental = konversi uji − kontrol diskalakan
Kenaikan relatif = konversi inkremental ÷ kontrol diskalakan
iCPA = biaya ÷ konversi inkremental
iROAS = nilai konversi inkremental ÷ biayaContoh toko alat dapur: kelompok uji 900.000 orang dengan 2.700 konversi, kelompok kontrol 100.000 orang dengan 200 konversi. Kontrol diskalakan 200 × 9 = 1.800, konversi inkremental 900, kenaikan relatif 50%. Dengan biaya Rp36.000.000, iCPA-nya Rp40.000. Laporan atribusi kampanye yang sama bisa mencatat jauh lebih dari 900 konversi, karena ikut menghitung pembeli yang tetap membeli tanpa iklan.