Materi
Anggaran produksi menjadi dasar dua anggaran berikutnya (§7.2). Anggaran bahan baku langsung mengalikan unit yang diproduksi dengan kuantitas standar bahan per unit untuk mendapat kebutuhan bahan. Seperti barang jadi, gudang bahan juga dijaga punya persediaan akhir, sering ditulis sebagai persen kebutuhan produksi periode berikutnya. Bahan yang dibeli = kebutuhan produksi + persediaan akhir bahan − persediaan awal bahan, lalu dikalikan harga standar per satuan untuk mendapat biaya pembelian. Angka biaya inilah yang nanti dijadwalkan pembayarannya di anggaran kas.
Anggaran tenaga kerja langsung memakai unit produksi yang sama: jam yang harus dijadwalkan = unit produksi × jam standar per unit, dan biayanya = jam × tarif per jam. Bagian produksi memakai jam ini untuk menyiapkan jumlah pekerja, termasuk lembur, sedangkan bagian keuangan memakai biayanya untuk menyiapkan uang upah. Kuantitas dan tarif standar dibahas lebih rinci di Modul 4.
Contoh di sebuah pabrik roti di Bogor: tepung 0,2 kg per bungkus seharga Rp12.000 per kg, persediaan akhir tepung 10 persen kebutuhan bulan berikutnya, produksi Mei 10.000 bungkus dan Juni 12.000 bungkus.
Kebutuhan Mei 10.000 × 0,2 = 2.000 kg
Persediaan akhir 10% × (12.000 × 0,2) = 240 kg
Persediaan awal 180 kg
Tepung dibeli 2.000 + 240 − 180 = 2.060 kg
Biaya pembelian 2.060 × 12.000 = Rp24.720.000