Materi
Anggaran statis disusun untuk satu tingkat aktivitas saja; anggaran induk di Modul 1 dan 2 adalah anggaran statis (§7.4). Masalahnya muncul saat volume aktual berbeda dari rencana. Biaya variabel seharusnya mengikuti produksi, jadi membandingkan biaya aktual 9.000 unit dengan anggaran untuk 10.000 unit membandingkan dua hal yang tidak setara. Anggaran fleksibel menghitung ulang anggaran pada tingkat aktivitas lain dengan tarif yang sama.
Setiap pos dipisahkan menurut perilakunya: anggaran fleksibel = biaya tetap total + biaya variabel per unit × unit aktivitas. Biaya variabel per unit tetap sementara totalnya berubah; biaya tetap total tetap sementara per unitnya yang berubah. §8.4 menunjukkan bentuk ini pada anggaran overhead untuk 90, 100, dan 110 persen kapasitas. Anggaran fleksibel bisa disiapkan di awal untuk beberapa tingkat aktivitas sebagai bahan perencanaan, lalu disusun lagi di akhir periode untuk volume aktual sebagai pembanding hasil. Cara memisahkan biaya tetap dan variabel dibahas di kelas Hitungan Usaha.
Contoh sebuah katering di Yogyakarta yang menganggarkan 2.000 porsi:
| Pos | Perilaku | 2.000 porsi | 2.400 porsi |
|---|---|---|---|
| Bahan makanan | Rp15.000 per porsi | Rp30.000.000 | Rp36.000.000 |
| Gas dan kemasan | Rp3.000 per porsi | Rp6.000.000 | Rp7.200.000 |
| Sewa dapur | Rp8.000.000 tetap | Rp8.000.000 | Rp8.000.000 |