Materi
PT Kriya Rotan Cirebon membuat kursi teras rotan untuk toko mebel di Jawa dan Bali. Bagian akuntansi diminta menyusun anggaran operasi tahun depan per triwulan, mengikuti urutan anggaran induk di §7.1 dan §7.2: penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik, lalu beban penjualan dan administrasi. Standar dan kebijakan di tabel adalah contoh kebijakan perusahaan ini, bukan angka baku industri.
| Pos | Standar atau kebijakan (contoh) |
|---|---|
| Harga jual | Rp400.000 per kursi |
| Persediaan akhir kursi jadi | 25% penjualan triwulan berikutnya |
| Rotan | 4 kg per kursi × Rp30.000 per kg |
| Persediaan akhir rotan | 20% kebutuhan rotan triwulan berikutnya |
| Tenaga kerja langsung | 2,5 jam per kursi × Rp24.000 per jam |
| Overhead variabel | Rp8.000 per jam tenaga kerja langsung |
| Overhead tetap | Rp90.000.000 per triwulan, termasuk penyusutan Rp15.000.000 |
| Beban penjualan dan administrasi | Rp15.000 per kursi terjual + Rp60.000.000 per triwulan, termasuk penyusutan Rp5.000.000 |
SKKNI Teknisi Akuntansi unit Mengevaluasi Informasi Penganggaran meminta informasi anggaran disajikan sesuai struktur dan format yang ditetapkan manajemen. Di misi ini strukturnya baris per anggaran dan kolom per triwulan, dan setiap angka turunan berupa rumus yang menunjuk sel masukan, sehingga revisi satu taksiran langsung merambat ke seluruh anggaran. Hasil misi ini dipakai lagi di misi Modul 2 untuk menyusun anggaran kas.