Materi
Anggaran adalah rencana kuantitatif tentang kapan dan berapa banyak sumber daya diterima dan dipakai. Principles of Accounting Vol. 2 (§7.1) membagi anggaran induk menjadi dua kelompok: anggaran operasi, yang berujung pada laba rugi proforma, dan anggaran keuangan, yang berujung pada neraca proforma. Semua anggaran operasi berawal dari satu angka, yaitu taksiran penjualan. Anggaran penjualan memuat unit yang diharapkan terjual dan harga jualnya per periode, sehingga pendapatan = unit × harga.
Dari penjualan, anggaran produksi menghitung unit yang harus dibuat (§7.2). Perusahaan menyimpan persediaan barang jadi supaya pesanan tidak hilang, tetapi tidak berlebihan karena penyimpanan berbiaya. Kebijakan persediaan akhir sering ditulis sebagai persen penjualan periode berikutnya. Produksi = penjualan + persediaan akhir yang diinginkan − persediaan awal. Persediaan awal satu triwulan adalah persediaan akhir triwulan sebelumnya, sehingga triwulan keempat membutuhkan taksiran penjualan triwulan pertama tahun berikutnya. Usaha dagang memakai rumus yang sama untuk menghitung unit yang dibeli.
Contoh di sebuah pabrik sandal di Tasikmalaya dengan persediaan akhir 20 persen penjualan triwulan berikutnya:
| Uraian | TW1 | TW2 |
|---|---|---|
| Penjualan (pasang) | 3.000 | 4.000 |
| Persediaan akhir diinginkan | 20% × 4.000 = 800 | 20% × 3.500 (penjualan TW3) = 700 |
| Persediaan awal | 500 | 800 |
| Produksi | 3.000 + 800 − 500 = 3.300 | 4.000 + 700 − 800 = 3.900 |