Materi
Homeostasis menjaga keadaan tubuh tetap setimbang di sekitar satu nilai yang disebut set point, misalnya kadar glukosa darah atau suhu tubuh. Perubahan di dalam atau di luar tubuh disebut rangsang dan dideteksi oleh reseptor; sinyalnya diteruskan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar, yang menyesuaikan kerjanya. Homeostasis dijaga oleh umpan balik negatif: tanggapan yang membalik arah perubahan. Contohnya glukosa darah. Saat glukosa darah naik, sel beta pankreas melepas insulin, yang membantu sel tubuh menyerap glukosa. Saat glukosa darah turun, sel alfa pankreas melepas glukagon, yang membuat hati melepas glukosa ke darah. Umpan balik positif justru memperkuat perubahan, misalnya kontraksi rahim saat persalinan yang makin kuat karena oksitosin terus dilepas.
Pengendali homeostasis adalah sistem saraf dan sistem endokrin. Hormon dilepas kelenjar endokrin ke cairan tubuh, umumnya darah, yang membawanya ke sel sasaran. Pusat pengaturan suhu tubuh ada di hipotalamus, bagian otak. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas saraf sensorik dan motorik. Satuan sistem saraf adalah neuron. Dendrit menerima pesan dari neuron lain di sambungan khusus yang disebut sinaps, dan akson meneruskan sinyal ke neuron berikutnya lewat neurotransmiter. Sebagian akson dibungkus selubung mielin yang menyekat sinyal listrik agar tidak melemah.
| Kejadian (karangan) | Arah tanggapan | Jenis umpan balik |
|---|---|---|
| Kadar kalsium darah naik, tubuh menurunkannya kembali | Membalik perubahan | Negatif |
| Luka berdarah, pembekuan mempercepat pembekuan berikutnya | Memperkuat perubahan | Positif |