Materi
Makanan menempuh jalur mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, lalu usus besar. Di mulut, gigi menghaluskan makanan dan ludah membasahinya. Ludah memuat enzim amilase yang mulai mengubah pati menjadi maltosa, sebuah disakarida, dan sel di lidah menghasilkan lipase yang mulai memecah lemak. Kerongkongan tidak menghasilkan enzim pencernaan. Di lambung, sebagian besar pencernaan protein berlangsung oleh enzim pepsin dalam cairan yang sangat asam, dengan pH sekitar 1,5–2,5. Keasaman itu membunuh banyak mikroorganisme. Campuran makanan dan getah lambung disebut kim, dan lambung mengosongkannya dalam dua sampai enam jam.
Usus halus adalah tempat pencernaan protein, lemak, dan karbohidrat diselesaikan. Getah pankreas memuat bikarbonat yang menetralkan asam dari lambung dan enzim yang memecah pati, disakarida, protein, dan lemak. Empedu dibuat di hati dan disimpan di kantung empedu; garam empedu membuat lemak terjangkau oleh enzim yang larut dalam air. Dinding usus halus berlipat-lipat dan ditumbuhi vili, yang permukaannya ditumbuhi mikrovili; keduanya memperluas permukaan sehingga penyerapan zat hara lebih efisien. Contoh (model karangan): sepotong dinding datar seluas 5 cm² yang dilipat dan diberi tonjolan menjadi 150 cm² berarti luasnya bertambah 150 ÷ 5 = 30 kali. Sisa yang tidak tercerna masuk ke usus besar, tempat air diserap.
| Makanan (karangan) | Zat utama | Mulai dicerna di | Oleh |
|---|---|---|---|
| Kentang rebus | Pati | Mulut | Amilase ludah |
| Ikan bakar | Protein | Lambung | Pepsin |
| Santan | Lemak | Mulut, diselesaikan di usus halus | Lipase, dibantu garam empedu |