Materi
DNA tersusun dari nukleotida yang masing-masing berisi gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan satu dari empat basa nitrogen: adenin (A), guanin (G), sitosin (C), dan timin (T). Gula dan fosfat nukleotida yang berurutan terikat membentuk tulang punggung tiap untai. Dua untai saling melilit membentuk heliks ganda dan dihubungkan oleh pasangan basa: A selalu berpasangan dengan T, dan G selalu dengan C. Karena itu kedua untai bersifat komplementer: urutan satu untai menentukan urutan untai pasangannya. Contoh (karangan): pasangan dari potongan AACGT adalah TTGCA, dibaca per posisi.
Aturan pasangan ini menjelaskan temuan Chargaff: dalam DNA untai ganda, jumlah A sama dengan jumlah T, dan jumlah G sama dengan jumlah C. Akibatnya, bila persentase satu basa diketahui, ketiga basa lain bisa dihitung. Contoh (karangan): DNA dengan 20% adenin juga punya 20% timin. Sisanya, 100 − 40 = 60%, terbagi rata untuk guanin dan sitosin, masing-masing 30%. Aturan yang sama berlaku untuk jumlah: tiap pasangan A–T menyumbang satu A dan satu T, dan tiap pasangan G–C menyumbang satu G dan satu C.