Materi
Buku kas mencatat setiap uang masuk dan keluar beserta saldonya setelah transaksi itu. Kolom yang lazim: tanggal, keterangan, masuk, keluar, dan saldo. Saldo baris pertama adalah saldo awal periode; saldo setiap baris berikutnya sama dengan saldo baris di atasnya ditambah uang masuk dan dikurangi uang keluar di baris itu. Karena rumusnya merujuk baris di atas dengan referensi relatif, satu rumus cukup ditulis sekali lalu diisi ke bawah: Excel menggeser rujukannya baris demi baris.
Contoh buku kas sebuah toko fotokopi di Solo, saldo awal di E2:
E3: =E2+C3-D3
E4: =E3+C4-D4Cara itu rapuh. Bila satu baris transaksi dihapus, rumus di baris bawahnya kehilangan sel yang dirujuknya dan berubah menjadi #REF!, lalu galat itu menjalar ke seluruh saldo di bawahnya. Microsoft menjelaskan bahwa referensi rentang, misalnya di dalam SUM, menyesuaikan diri saat baris di dalam rentangnya dihapus. Karena itu cara kedua menghitung saldo dari jumlah kumulatif: saldo awal yang dikunci dengan tanda dolar, ditambah SUM kolom masuk dari baris pertama sampai baris itu, dikurangi SUM kolom keluar dengan rentang yang sama. Ujung atas rentang dikunci, ujung bawahnya relatif.
=$G$1+SUM($B$2:B2)-SUM($C$2:C2)Apa pun caranya, periksa hasil akhirnya dengan hitungan terpisah: saldo awal ditambah total masuk dikurangi total keluar harus sama dengan saldo di baris terakhir.