Materi
Master outlet berisi satu baris per toko: kode, nama, kota, dan sales yang memegangnya. Bila satu kode terpakai untuk dua toko, XLOOKUP selalu mengambil baris pertama. Penjualan toko kedua lalu tercatat atas nama sales pemegang toko pertama, dan kesalahannya baru terasa saat komisi dibagikan. Pemeriksaannya COUNTIF atas kolom kode dengan rentang yang dikunci, dibungkus IF supaya tandanya bisa disaring.
Log penjualan punya masalah lain: baris yang terinput dua kali, misalnya karena dua admin memasukkan faktur yang sama atau berkas impor terbaca ulang. Di log, satu faktur memang boleh muncul di beberapa baris, satu per produk, jadi yang diperiksa adalah pasangan nomor faktur dan kode produk. Untuk memisahkan baris asli dari salinannya, rentang hitungnya dibuat mengembang: pangkalnya dikunci, ujungnya ikut turun.
=COUNTIFS($C$2:C2,C2,$F$2:F2,F2)
=SUMIF(J2:J800,">1",I2:I800)Di baris 2 rentangnya hanya C2:C2; di baris 300 rentangnya C2:C300. Kemunculan pertama selalu bernilai 1 dan salinan berikutnya 2, 3, dan seterusnya. Baris bernilai lebih dari 1 adalah kelebihan yang dihapus, dan SUMIF atas kolom itu menunjukkan berapa rupiah yang terhitung dua kali. Rekap yang hanya menjumlahkan baris bernilai 1 sudah bersih tanpa menunggu baris salinannya dihapus.