Materi
Barang yang dikembalikan outlet dicatat di log yang sama sebagai baris baru, dengan nomor nota retur dan jumlah negatif. Karena nilai baris adalah jumlah dikali harga, nilainya ikut negatif tanpa rumus tambahan. Baris faktur aslinya tidak diubah, sehingga log tetap cocok dengan faktur yang sudah dikirim ke outlet.
Dengan aturan itu, satu kolom Nilai melayani tiga angka. Penjumlahan biasa memberi penjualan neto. SUMIF dengan kriteria ">0" memberi penjualan bruto, dan kriteria "<0" memberi total retur yang bertanda negatif. Untuk satu sales, syarat nama ditambahkan dengan SUMIFS:
=SUMIFS($H$2:$H$900,$C$2:$C$900,K2,$H$2:$H$900,">0")
=-SUMIFS($H$2:$H$900,$C$2:$C$900,K2,$H$2:$H$900,"<0")
=M2/L2Tanda minus di depan rumus kedua mengubah retur menjadi angka positif supaya mudah dibaca di laporan. Di kelas ini persentase retur dihitung terhadap penjualan bruto, karena retur adalah bagian dari barang yang tadinya terjual. Contoh: bruto Rp20.000.000 dan retur Rp1.000.000 memberi 5%, sedangkan membaginya dengan neto Rp19.000.000 memberi 5,26%. Karena dua cara itu berbeda, penyebutnya selalu ditulis di judul kolom laporan.