Materi
Senin 26 Oktober 2026 pukul 08.00 ada rapat mingguan tim sales depo Cirebon. Supervisor meminta tiga angka per sales: order yang belum terkirim (jumlah, nilai, dan yang terlambat), tingkat tertagih dari faktur yang sudah jatuh tempo, dan outlet yang tidak order lebih dari 14 hari. Tiap angka disusun di lembarnya sendiri, dengan tanggal acuan 26 Oktober di sel masukan.
Aturan contoh kebijakan: order terlambat bila belum terkirim lebih dari 2 hari kalender sejak tanggal order; faktur dihitung bila jatuh temponya paling lambat tanggal acuan; outlet tidak aktif bila belum pernah order atau order terakhirnya lebih dari 14 hari sebelum tanggal acuan.
Order terlambat bisa dihitung tanpa kolom status: belum terkirim lebih dari 2 hari berarti tanggal ordernya lebih awal dari tanggal acuan dikurangi 2. Syarat itu ditulis sebagai kriteria "<" yang disambung dengan hasil hitungan sel acuan dan sel batas, sehingga satu COUNTIFS memuat tiga syarat sekaligus. Ketiga lembar memakai tanggal acuan yang sama, jadi angka yang dibahas di rapat bisa dihitung ulang kapan pun.