Materi
Paket besar yang ringan memakan ruang kendaraan sama banyaknya dengan paket berat. Karena itu ekspedisi memakai berat volume (dimensional weight): panjang × lebar × tinggi dibagi sebuah pembagi. Berat yang ditagih adalah yang lebih besar antara berat aktual hasil timbangan dan berat volume. Domestic Mail Manual layanan pos AS (123 §1.3) menulis langkahnya: ukur, bulatkan tiap ukuran, kalikan, bagi dengan pembagi, bulatkan ke atas, lalu bandingkan dengan berat aktual.
Pembagi ditetapkan tiap ekspedisi dan bisa berubah. Pembagi USPS untuk satu layanan yang sama tercatat 194 di edisi 2010, diumumkan menjadi 166 di Federal Register 2018, dan 139 di edisi 2026 (inci kubik per pon), dan aturan pembulatan ukurannya berganti dari pembulatan biasa ke pembulatan ke atas. Ekspedisi bersatuan sentimeter dan kilogram memakai pembagi lain. Karena itu kelas ini tidak mengajarkan angka pembagi, tarif, atau aturan pembulatan: di soal semuanya ditulis sebagai contoh.
Berat volume (kg) = panjang × lebar × tinggi (cm) ÷ pembagi
Berat tagih = yang lebih besar antara berat aktual dan berat volume,
dibulatkan menurut aturan ekspedisi
Ongkos kirim = berat tagih × tarif per kgContoh: toko bantal di Pekalongan mengirim kardus 60 × 40 × 40 cm seberat 3 kg. Dengan pembagi contoh 6.000, berat volumenya 96.000 ÷ 6.000 = 16 kg, jadi berat tagihnya 16 kg. Dengan tarif contoh Rp9.000 per kg ongkosnya Rp144.000, bukan Rp27.000 dari berat timbangan. Di lembar kerja, MAX memilih yang lebih besar dan ROUNDUP dengan digit 0 membulatkan ke atas ke kilogram penuh.