Materi
Introduction to Logistics Bab 3 membagi biaya angkutan truk menjadi dua. Biaya tetap — sewa atau penyusutan kendaraan, bunga, asuransi, izin, gaji manajemen — tetap dibayar walau truk tidak membawa apa pun. Biaya variabel — upah sopir, bahan bakar, perawatan, tol — naik seiring jarak. Bab yang sama menjelaskan deadhead: kendaraan berjalan tanpa muatan, misalnya pulang kosong ke pul. Kilometer kosong tetap memakan biaya, dan lupa menghitungnya bisa membuat sebuah jalur tampak untung padahal merugi. Backhaul, muatan untuk perjalanan pulang, memperkecil kilometer kosong itu.
Biaya satu perjalanan = biaya tetap per hari + biaya variabel per km × total km, yaitu km bermuatan ditambah km kosong. Biaya per km membagi biaya perjalanan dengan total km, dan biaya per kiriman membaginya dengan jumlah titik antar. Untuk membebankan biaya ke tiap pesanan, biaya perjalanan dibagi menurut porsi berat atau volume pesanan; dokumentasi Dynamics 365 menyebut mesin yang melakukannya apportionment engine. Angka biaya tetap dan biaya per km di soal adalah contoh.
Biaya perjalanan = biaya tetap + biaya per km × (km bermuatan + km kosong)
Biaya per km = biaya perjalanan ÷ total km
Biaya per kirim = biaya perjalanan ÷ jumlah titik antar
Beban pesanan = biaya perjalanan × berat pesanan ÷ berat semua pesananContoh armada roti di Bogor: biaya tetap contoh Rp350.000 per hari dan biaya variabel contoh Rp3.200 per km. Rutenya 62 km bermuatan ditambah 18 km pulang kosong, total 80 km, jadi biayanya 350.000 + 256.000 = Rp606.000. Untuk 12 titik antar, biaya per kiriman Rp50.500; biaya per km Rp7.575.