Materi
Introduction to Logistics Bab 4 membedakan dua cara kirim darat. LTL (less than truckload) adalah muatan parsial: barangmu dicampur dengan barang pengirim lain dalam satu truk. FTL (full truckload) berarti satu truk hanya membawa barangmu dan langsung ke tujuan, sehingga tidak dibongkar di tengah jalan dan risiko rusak atau hilangnya lebih kecil. Bab 3 buku yang sama mencatat bahwa tarif LTL dihitung dari berat, kubikasi, atau keduanya dan lebih mahal per satuan karena ada penanganan konsolidasi, sedangkan truk penuh paling sering ditarif per jarak. Di soal, sewa truk ditulis sebagai harga contoh per perjalanan.
Konsolidasi berarti mengumpulkan kiriman kecil yang tujuannya searah menjadi satu muatan besar. Bab 5 menjelaskan gudang konsolidasi yang menampung barang dari beberapa pemasok sebentar lalu mengirimnya bersama, sehingga muatan lebih besar dan ongkos turun. Cross-docking membongkar truk yang datang, memilah barangnya, lalu langsung memuatnya ke truk keluar tanpa disimpan. Break-bulk kebalikannya: muatan besar sejenis dipecah menjadi jumlah kecil.
Biaya LTL = jumlah (berat tagih tiap kiriman × tarif LTL per kg)
Biaya truk = sewa per perjalanan
Berat impas = sewa truk ÷ tarif LTL per kgContoh: distributor sabun di Solo punya tiga pesanan ke Yogyakarta seberat 350, 420, dan 280 kg. Dengan tarif LTL contoh Rp1.600 per kg, kirim terpisah menelan 1.050 × 1.600 = Rp1.680.000. Sewa truk engkel contoh Rp1.400.000, jadi menggabungkan ke satu truk lebih murah. Berat impasnya 1.400.000 ÷ 1.600 = 875 kg: di atas itu sewa truk lebih murah, selama muatannya muat.