Materi
Setiap kendaraan punya dua batas: berat muatan maksimum dan ruang muat (volume). Buku Operations Management BUS300 §5.3 mencatat bahwa muatan truk disusun dengan memenuhi batas sumbu dan batas ruang sekaligus, dan muatan ditambah sampai mencapai berat atau kubikasi minimum yang ditetapkan. Batas mana yang lebih dulu habis tergantung kepadatan barang. Kajian koridor I-90 dari FHWA mencatat bahwa barang jadi berkemas berkepadatan rendah sehingga angkutan jarak jauhnya lebih terbatas ukuran daripada berat, sedangkan bahan berkepadatan tinggi lebih terbatas berat.
Faktor muat mengukur seberapa penuh kendaraan dipakai: berat muatan dibagi kapasitas berat, dan volume muatan dibagi kapasitas volume. Batas yang mengikat adalah yang faktor muatnya lebih tinggi. Jumlah koli maksimum adalah yang terkecil dari dua hasil bagi, masing-masing dibulatkan ke bawah karena koli tidak bisa dipotong. Introduction to Logistics Bab 3 mencatat: makin tinggi utilisasi kendaraan, makin rendah tarif per jarak yang dibutuhkan untuk impas. Kapasitas kendaraan di soal adalah contoh; angka sebenarnya bergantung jenis kendaraan, karoseri, dan aturan muatan yang berlaku.
Faktor muat berat = berat muatan ÷ kapasitas berat
Faktor muat volume = volume muatan ÷ kapasitas volume
Koli maksimum = MIN( ROUNDDOWN(kapasitas berat ÷ berat per koli, 0),
ROUNDDOWN(kapasitas volume ÷ volume per koli, 0) )Contoh: truk boks contoh berkapasitas 2.000 kg dan 12 m³ memuat 300 karton tisu, masing-masing 4 kg dan 0,036 m³. Beratnya 1.200 kg (faktor muat 60%), volumenya 10,8 m³ (90%). Volume yang mengikat: truk sudah hampir penuh walau beratnya baru 60%. Koli maksimumnya MIN(500; 333) = 333 karton.