Materi
Introduction to Logistics Bab 3 merumuskan biaya logistik sebagai total biaya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, dan Bab 1 mengajak menghitung berapa bagian harga sebotol air yang habis untuk memindahkan dan menyimpannya. Principles of Marketing Bagian 17.6 memasukkan pergudangan, pengelolaan persediaan, dan transportasi ke dalam fungsi logistik, jadi di kelas ini biaya logistik = biaya angkutan + biaya gudang. Dua rasio dipakai untuk membandingkan antarbulan atau antargudang: biaya logistik per unit, yaitu total biaya logistik dibagi unit terkirim, dan biaya logistik sebagai persen penjualan, yaitu total biaya logistik dibagi penjualan bersih.
Kedua rasio bisa bergerak berlawanan. Bila penjualan turun sementara biaya angkutan tetap, persen penjualan naik walau rupiahnya sama. Bila barang yang terjual lebih murah per unit, biaya per unit bisa turun sementara persennya naik, karena persen penjualan sama dengan biaya per unit dibagi harga jual rata-rata per unit. Saat menggabungkan beberapa bulan, jumlahkan biayanya, jumlahkan pembaginya, lalu bagi. Merata-ratakan persen tiap bulan memberi bobot yang sama pada bulan kecil dan bulan besar.
Biaya logistik = biaya angkutan + biaya gudang
Per unit = biaya logistik ÷ unit terkirim
Persen penjualan = biaya logistik ÷ penjualan bersih
Gabungan = jumlah biaya ÷ jumlah unit (atau jumlah penjualan)Contoh gudang di Sidoarjo: Juli biaya logistik Rp45 juta untuk 9.000 unit dan penjualan Rp900 juta, jadi Rp5.000 per unit dan 5%. Agustus Rp30 juta untuk 4.000 unit dan Rp400 juta, jadi Rp7.500 per unit dan 7,5%. Untuk dua bulan: Rp75 juta ÷ Rp1,3 miliar = 5,77%, bukan rata-rata 6,25%.