Materi
Barang yang sama jarang dibeli dengan harga yang sama sepanjang periode. Tiap kedatangan barang disebut lot, dan tiap lot punya jumlah unit serta harga pokok per unitnya sendiri. Nilai satu lot adalah unit dikalikan harga per unit. Persediaan awal ditambah semua lot pembelian menghasilkan barang tersedia untuk dijual, dan angka ini dihitung dua kali: sekali dalam unit, sekali dalam rupiah.
Kelas Hitungan Untung Rugi Usaha sudah memakai barang tersedia untuk dijual dalam rupiah untuk menurunkan harga pokok penjualan. Di kelas ini angkanya dipecah per lot, karena pertanyaan berikutnya — persediaan akhir itu terdiri atas lot yang mana — hanya bisa dijawab bila rincian lotnya ada. Di lembar kerja, jumlah unit × harga untuk seluruh lot sekaligus dihitung dengan SUMPRODUCT, yang mengalikan dua rentang baris demi baris lalu menjumlahkan hasilnya.
Contoh toko sepatu: persediaan awal 30 pasang seharga Rp50.000, pembelian 40 pasang seharga Rp52.000, dan pembelian 20 pasang seharga Rp55.000. Unit tersedia 90 pasang; rupiah tersedia 1.500.000 + 2.080.000 + 1.100.000 = Rp4.680.000.
Nilai lot: =B2*C2
Rupiah tersedia: =SUMPRODUCT(B2:B4,C2:C4)
30×50.000 + 40×52.000 + 20×55.000 = 4.680.000OpenStax menyebut empat cara membagi biaya lot ke barang terjual dan barang tersisa. Yang pertama, identifikasi khusus, melacak harga pokok setiap barang satu per satu. Cara ini dipakai untuk barang mahal yang tiap unitnya berbeda, seperti mobil atau perhiasan, dan terlalu repot untuk barang yang jumlahnya banyak dan seragam. Tiga cara lainnya dibahas di modul berikutnya.