Lompat ke konten utama
←

Pengelolaan Persediaan

Pelajaran 3 dari 16

Mencatat persediaan

Stock opname dan selisih persediaan

Setelah pelajaran ini kamu bisa menghitung selisih unit dan rupiah antara hitungan fisik dan kartu stok, serta menentukan arah akibat salah hitung persediaan akhir ke harga pokok penjualan dan laba.

±15 menitDiperiksa 27 Sep 2026

Materi

Stock opname adalah menghitung fisik barang di rak dan gudang, lalu mencocokkannya dengan saldo di kartu stok. Selisih unit ditulis sebagai hitungan fisik dikurangi catatan: angka negatif berarti barangnya kurang dari catatan, angka positif berarti lebih. OpenStax mencatat bahwa sebagian barang tersedia untuk dijual bisa hilang karena susut, rusak, atau dicuri; opname adalah cara menemukan kehilangan itu. Selisih rupiah adalah selisih unit dikalikan harga pokok per unit.

Hasil hitung persediaan akhir langsung menentukan harga pokok penjualan, karena harga pokok penjualan adalah barang tersedia dikurangi persediaan akhir. Akibatnya OpenStax merumuskan pasangan yang selalu berlawanan arah: persediaan akhir yang tercatat terlalu tinggi membuat harga pokok penjualan terlalu rendah dan laba terlalu tinggi, dan sebaliknya. Kesalahannya juga terbawa ke periode berikutnya, karena persediaan akhir satu periode menjadi persediaan awalnya.

Contoh opname sabun batang: kartu stok menunjukkan 144 buah, hitungan fisik 138 buah. Selisihnya 138 − 144 = −6 buah; dengan harga pokok Rp3.500, selisih rupiahnya −Rp21.000. Contoh akibat salah hitung: persediaan akhir tercatat Rp8.000.000 padahal seharusnya Rp7.600.000. Harga pokok penjualan yang dilaporkan jadi Rp400.000 terlalu rendah, dan laba kotornya Rp400.000 terlalu tinggi.

Selisih unit:    =C2-B2      (fisik − catatan)
Selisih rupiah:  =D2*E2      (selisih unit × harga pokok)
138 − 144 = −6;  −6 × 3.500 = −21.000

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 2 dari 3

Toko bahan bangunan melaporkan persediaan akhir Rp18.600.000 dan harga pokok penjualan Rp42.300.000. Opname ulang menunjukkan persediaan akhir yang benar Rp17.400.000. Berapa rupiah harga pokok penjualan yang benar?

Latihan 3 dari 3

Persediaan akhir Maret tercatat terlalu tinggi Rp500.000 dan tidak dikoreksi. Hitungan April sendiri benar. Apa akibatnya pada laporan April?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke