Materi
Stock opname adalah menghitung fisik barang di rak dan gudang, lalu mencocokkannya dengan saldo di kartu stok. Selisih unit ditulis sebagai hitungan fisik dikurangi catatan: angka negatif berarti barangnya kurang dari catatan, angka positif berarti lebih. OpenStax mencatat bahwa sebagian barang tersedia untuk dijual bisa hilang karena susut, rusak, atau dicuri; opname adalah cara menemukan kehilangan itu. Selisih rupiah adalah selisih unit dikalikan harga pokok per unit.
Hasil hitung persediaan akhir langsung menentukan harga pokok penjualan, karena harga pokok penjualan adalah barang tersedia dikurangi persediaan akhir. Akibatnya OpenStax merumuskan pasangan yang selalu berlawanan arah: persediaan akhir yang tercatat terlalu tinggi membuat harga pokok penjualan terlalu rendah dan laba terlalu tinggi, dan sebaliknya. Kesalahannya juga terbawa ke periode berikutnya, karena persediaan akhir satu periode menjadi persediaan awalnya.
Contoh opname sabun batang: kartu stok menunjukkan 144 buah, hitungan fisik 138 buah. Selisihnya 138 − 144 = −6 buah; dengan harga pokok Rp3.500, selisih rupiahnya −Rp21.000. Contoh akibat salah hitung: persediaan akhir tercatat Rp8.000.000 padahal seharusnya Rp7.600.000. Harga pokok penjualan yang dilaporkan jadi Rp400.000 terlalu rendah, dan laba kotornya Rp400.000 terlalu tinggi.
Selisih unit: =C2-B2 (fisik − catatan)
Selisih rupiah: =D2*E2 (selisih unit × harga pokok)
138 − 144 = −6; −6 × 3.500 = −21.000