Materi
Dimas membuka jasa pembukuan Rapi Buku di Surabaya untuk pemilik warung dan toko kelontong. Draf brosurnya berbunyi: "Rapi Buku berdiri sejak 2015, memiliki 12 akuntan bersertifikat, dan siap menjadi mitra terbaik bisnis Anda." Sebulan brosur itu beredar, hampir tidak ada calon pelanggan yang menelepon.
Dari obrolan dengan pelanggan lamanya, Dimas mencatat beberapa hal. Catatan kas mereka tersebar di buku tulis, nota, dan pesan WhatsApp. Bon tidak pernah direkap, sehingga selisih uang di laci baru ketahuan berbulan-bulan kemudian. Banyak yang merasa was-was setiap kali bank meminta laporan keuangan untuk pengajuan pinjaman. Beberapa berkata, "Usaha sekecil apa pun mestinya bisa tahu untungnya sendiri." Sejauh ini, 600 warung di Surabaya sudah merapikan bukunya bersama Rapi Buku.
Misi ini memakai alat modul pertama pada satu brosur: menempatkan pelanggan sebagai tokoh, memilih penjahat dan lapis masalah, lalu menulis pernyataan pemandu yang memuat empati dan otoritas.