Materi
Bagian penutup Building a StoryBrand meminta seluruh kerangka diringkas menjadi one-liner: pernyataan pendek yang menjawab apa yang kamu kerjakan. Miller membandingkannya dengan logline film, deskripsi satu kalimat yang membuat orang ingin menonton. One-liner punya empat komponen, sama dengan empat unsur kerangka: tokoh, masalah, rencana, dan keberhasilan.
Contoh untuk les privat matematika di Makassar: "Banyak orang tua siswa SMP cemas nilai matematika anaknya terus turun. Kami datang ke rumah dengan rencana belajar mingguan, sehingga anak kembali percaya diri menghadapi ulangan." Tokohnya orang tua siswa SMP, masalahnya nilai yang turun dan rasa cemas, rencananya les di rumah dengan rencana mingguan, keberhasilannya anak yang percaya diri.
Draf pertama dianggap draf kasar. Miller meminta one-liner diuji berulang kali kepada teman, keluarga, dan calon pelanggan, lalu disunting sampai berhasil. Sesudah jadi, one-liner dihafal, dihafalkan juga oleh tim, dan diulang di semua materi pemasaran.
Principles of Marketing (Bagian 5.6) mendefinisikan pernyataan positioning sebagai uraian singkat tentang merek, produk, dan pasar sasaran, termasuk cara merek memenuhi kebutuhan pelanggan. OpenStax Entrepreneurship (Bagian 7.3) meminta elevator pitch dihafal dan selalu diperbarui.