Materi
Di bawah UUDS 1950, kabinet silih berganti: Natsir, Sukiman, Wilopo, Ali Sastroamidjojo I, Burhanuddin Harahap, Ali Sastroamidjojo II, dan Djuanda. Kabinet Ali Sastroamidjojo I menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 18–24 April 1955, yang dihadiri 29 negara dan menghasilkan Dasasila Bandung. Pemilu pertama, berdasarkan UU No. 7 Tahun 1953, terlaksana pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap dalam dua tahap: 29 September 1955 untuk DPR dan 15 Desember 1955 untuk Konstituante. Deklarasi Djuanda dikeluarkan pada 13 Desember 1957.
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945. Presiden Soekarno mengumumkan Trikora di Yogyakarta pada 19 Desember 1961, dan Komando Mandala dipimpin Mayor Jenderal Soeharto. Perjanjian New York ditandatangani pada 15 Agustus 1962; Irian Barat diserahkan kepada Indonesia pada 1 Mei 1963, dan Pepera diselenggarakan pada 1969. Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games IV pada 1962 dan GANEFO pada 1963. Dalam konfrontasi dengan Malaysia, Soekarno mengumumkan Dwikora pada 3 Mei 1964, dan Indonesia keluar dari PBB setelah Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 7 Januari 1965.
| Tanggal | Peristiwa | Tokoh atau kabinet |
|---|---|---|
| 18–24 April 1955 | Konferensi Asia Afrika, Bandung | Kabinet Ali Sastroamidjojo I |
| 29 September 1955 | Pemilu tahap pertama (DPR) | Kabinet Burhanuddin Harahap |
| 15 Desember 1955 | Pemilu tahap kedua (Konstituante) | Kabinet Burhanuddin Harahap |
| 13 Desember 1957 | Deklarasi Djuanda | Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja |
| 5 Juli 1959 | Dekrit Presiden | Soekarno |
| 19 Desember 1961 | Trikora, Yogyakarta | Soekarno |
| 15 Agustus 1962 | Perjanjian New York | — |
| 1 Mei 1963 | Irian Barat diserahkan kepada Indonesia | — |
| 3 Mei 1964 | Dwikora | Soekarno |
| 7 Januari 1965 | Malaysia diterima di Dewan Keamanan PBB; Indonesia keluar dari PBB | — |