Materi
Jepang mendarat di Tarakan pada 11 Januari 1942. Pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang; pihak Belanda diwakili Letnan Jenderal Ter Poorten dan pihak Jepang Jenderal Imamura. Untuk menggalang dukungan, Jepang membentuk Gerakan Tiga A yang diketuai Mr. Sjamsoeddin, lalu pada 1943 membentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin Empat Serangkai: Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur. Tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) dibentuk pada 3 Oktober 1943, dan pada 14 Februari 1945 pasukan PETA di Blitar di bawah Shodanco Supriyadi melawan Jepang.
Pada 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang Koiso menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia di kemudian hari. Pembentukan BPUPK diumumkan pada 1 Maret 1945, dan PPKI dibentuk pada 7 Agustus 1945. Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat bertemu Jenderal Terauchi di Dalat pada 12 Agustus 1945, dan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 11 Januari 1942 | Jepang mendarat di Tarakan |
| 8 Maret 1942 | Kapitulasi Kalijati: Hindia Belanda menyerah kepada Jepang |
| 1943 | Putera dibentuk, dipimpin Empat Serangkai |
| 3 Oktober 1943 | PETA dibentuk |
| 7 September 1944 | Janji kemerdekaan Perdana Menteri Koiso |
| 14 Februari 1945 | Perlawanan PETA di Blitar |
| 1 Maret 1945 | Pembentukan BPUPK diumumkan |
| 7 Agustus 1945 | PPKI dibentuk |
| 12 Agustus 1945 | Pertemuan dengan Jenderal Terauchi di Dalat |
| 15 Agustus 1945 | Jepang menyerah kepada Sekutu |